Gunung Nti

 

 

 

 

 

 

Gunung Nti atau “Bulu Nti” dalam bahasa lokal setempat adalah salah satu gunung dari beberapa gugusan pegunungan yang membatasi sebelah barat Lembah Palu yang membujur arah utara selatan, gugusan pegunungan ini menjadi sumber beberapa aliran sungai yang menyuplai air untuk masyarakat di sekitar lembah Palu dan sekitarnya untuk lahan pertanian,objek wisata dan konsumsi air bersih.

Jika dilihat di peta topografhi, Gunung Nti memiliki puncak tertinggi (2345 mdpl) dari beberapa puncak gunung yang membujur di bagian barat lembah palu, pembukaan jalur pendakian ke gunung ini pertama kali dilakukan pada tahun 1994 oleh tim ekspedisi Mapala Sagarmatha yang mengambil titik start pendakian dari desa Bobo, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.

Gunung ini merupakan salah satu dari sepuluh gunung tertinggi di Sulawesi Tengah, selain jalur desa Bobo Jalur alternative menuju puncak Bulu nti adalah Jalur Mantikole, yakni dimulai dari Desa Mantikole, Kecamatan Dolo Selatan. Kabupaten Sigi 24 kilometer sebelah selatan kota Palu. Jalur ini juga rintis oleh tim ekspedisi Mapala Sagarmatha di tahun 2004.

Di desa mantikole titik start untuk memulai pendakian berada di dekat lokasi pemandian mata air panas alami, oleh masyarakat lokal puncak gunung ini dinamai “Vobontombi”. Panorama alam sepanjang jalur pendakian ini sangat menakjubkan, lembah palu terlihat jelas dari sini, pada malam hari cahaya lampu kota palu bagaikan ribuan kunang-kunang yang beterbangan. Siang hari, aliran sungai palu yang berkelok dari dari arah selatan ke utara terlihat seperti ular raksasa.

Keindahan lainnya adalah menyaksikan budaya masyarakat setempat, komunitas lokal yang mendiami kawasan ini adalah komunitas “kaili Inde”. Sepanjang perjalanan hingga ketinggian tertentu kita masih dapat menyaksikan aktifitas keseharian mereka, beserta ragam budaya dan nilai local mereka. Mereka adalah komunitas peladang yang sangat mengandalkan kearifan local dalam memanfaatkan hasil alam.

Saat ini kebanyakan tim Pendaki, lebih memelih rute atau jalur mantikole. Untuk mencapai lokasi ini sangat mudah, dari pelabuhan laut pantoloan perjalanan anda lanjutkan ke terminal mamboro dengan menggunakan angkot, dari sini selanjutnya menuju terminal manonda, di terminal ini tersedia angkutan yang akan menuju desa mantikole. Bila dari pelabuhan udara, perjalanan bisa anda lanjutkan langsung menuju desa manonda dengan menngunakan jasa sewa mobil di bandara atau melanjutkan lebih dulu ke terminal manonda.

rekor;

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong  3397  MDPL   thn  2011