Rektor Sidak Diksar Mapala Unand

Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Andalas (Unand) menggelar pendidikan dasar (Diksar) di kawasan Kapalo Hilalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Jum’at (3/2). Kegiatan yang diikuti oleh 21 orang yang terdiri dari 11 putri dan 10 putra ini dijadwalkan berakhir Senin (6/2).

Rektor Unand, Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA secara mendadak meninjau pelaksanaan pendidikan dasar Mapala Unand itu, secara langsung Jumat malam. Sebab, sejak kasus Mapala UII Yogyakarta, kegiatan pecinta alam dan kegiatan lainnya yang dilakukan di luar ruang. Tapi saya harus tahu, seperti apa pelaksanaan pendidikan dasar itu, “ ujar Tafdil yang didampingi Wakil Rektor III, Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS, MSc, yang pernah menjadi Pembina Mapala Unand selama 9 tahun dan Pembina Mapala Unand Dr. Wilson Novarino.

Untuk mencapai lokasi pendidikan di kaki Bukit Kumango, Tafdil harus berjalan kaki, mendaki bukit hampir satu jam di kegelapan malam. Saat tiba di lokasi, seluruh peserta pendidikan sudah istirahat. Tafdil disambut Komanda Lapangan Pendidikan Dasar Mapala Unand, Hafiz Putra.

Kepada Rektor, Hafiz menerangkan, aktifitas peserta pendidikan mulai dari pembukaan hingga istirahat. “Saat ini seluruh peserta sudah istirahat, karena salah satu aturan dalam pendidikan dasar Mapala Unand adalah pada jam 21.00 WIB, semua siswa harus sudah istirahat dan tidak diperkenankan lagi berkegiatan,”katanya.

Ketua Mapala Uannd, EE Sucipta juga menjelaskan tentang proses keanggotaan Mapala Unand. Menurutnya, pendidikan dasar adalah langkah awal bagi seseorang untuk bergabung dengan Mapala Unand. Jika mereka lulus pendidikan dasar, maka calon anggota harus mengikuti 8 tahapan, mulai dari ekspedisi, ujian keanggotaan hingga wawancara keanggotaan. “Jadwal proses keanggotaan ini berlangsung selama satu tahun. Dengan pola seperti itu, Mapala Unand mendapatkan anggota yang berkualitas, baik secara mental, maupun secara prestasi,”katanya.

Rektor Unand memberikan apresiasi usai mendengarkan penjelasan dari Komandan Lapangan dan Ketua Mapala Unand. Namun Rektor tak mau menerima begitu saja. Orang nomor satu di Universitas Andalas ini memeriksa kondisi siswa satu per satu. Rektor juga memeriksa bivak/kemah yang dibuat siswa untuk bermalam.

Usai memeriksa kondisi siswa, Rektor Unand menginstruksikan agar para instruktur memperhatikan kondisi siswa. Pihaknya berbangga jika di Mapala Unand tidak pernah terjadi tindakan fisik seperti menampar, tempeleng, tendang, tinju dari instruktur kepada siswa atau dari senior kepada junior. “Kegiatan pencinta alam adalah kegiatan yang sangat bagus untuk melatih mental seseorang. Namun dalam perjalanannya, para pelaksana kegiatan cenderung bersikap kasar dan semena-mena kepada calon anggotanya. Saya memberikan apresiasi yang besar kepada Mapala Unand, karena tidak ada budaya kekerasan tersebut dalam organisasinya,”katanya. Usai memberikan arahan, Rektor ikut menikmati melewatkan malam bersama Mapala Unand.(HLN)