Sungai Maek Diarungi

Sungai Maek Diarungi

Kabupaten Limapuluh Kota di Provinsi Sumatera Barat memiliki keindahan alam dan potensi wisata petualangan (adventure). Selain keindahan wisata alam Harau dan lain-lain, kabupaten ini memiliki sungai yang indah yakni Batang Maek. Sungai yang berhulu di Nagari Maek Kecamatan Bukit Barisan yang terletak lebih kurang 35 km ke arah barat laut dari Kota Sarilamak ibukota Kabupaten 50 Kota, membentang di tengah-tengah nagari yang terkenal dengan ‘Negeri Seribu Menhir’ ini dari Barat ke Timur, melewati jajaran tebing batu serta hutan yang masih asri, membelah Kecamatan Pangkalan, mengalir tenang hingga ke Kecamatan 13 Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dan akhirnya bermuara di Selat Malaka.

Dengan pesona keindahan dan keasrian alam di sekitarnya, Sungai Batang Maek juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi wisata arung jeram. Karena berbagai variasi dan gradien jeramnya, sungai ini dipandang perlu untuk dieksplorasi dengan cara melakukan penelitian terhadap potensi dan kemungkinan dijadikannya wisata arung jeram itu sendiri

Berdasarkan hal tersebut di atas, SUMATERA ADVENTURE dan MAPALA UNAND sebagai organisasi yang berkecimpung di dunia petualangan alam bebas termasuk arung jeram berkeinginan untuk melakukan observasi kemungkinan pengembangan daerah Maek menjadi kawasan destinasi wisata budaya dan wisata arung jeram di Kabupaten 50 kota.

Kegiatan berupa pengarungan Sungai Batang Maek dengan perahu karet ini dimulai dari Nagari Maek dan finish di Pangkalan Koto Baru

Tujuan dari ekspedisi ini yaitu untuk Pengembangan Kawasan Maek sebagai
destinasi wisata prasejarah., Observasi kemungkinan dikembangkannya wisata arung
jeram maupun festival TRIBOATLON (Kayak-arung jeram-perahu naga) serta
pendataan dan sekaligus pembersihan alur sungai Mahat dari hilir ke hulu pasca banjir
yang melanda Daerah pangkalan kabupaten 50 kota beberapa waktu lalu, untuk
ituguna dilakukan kegiatan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) perlu kiranya
dilakukan kegiatan diatas sebagai bahan kajian dan masukan dalam pengambilan
kebijakan kegiatan mitigasi bencana oleh pemerintah Kbupaten 50 kota dan
pihak-pihak terkait kedepan.

Kegiatan yang dilakukan adalah penyusuran aliran Sungai Batang Maek dari hulu di Nagari Maek (koordinat 0095’43,77” LS dan 100506’79,02” BT) ke hilir sungai hingga finish di Pangkalan Koto Baru (koordinat 0004’48,2” LS dan 10044’0,5” BT) dengan jarak + 38 km menggunakan 15 (lima belas) unit perahu karet dengan 7 (tujuh) awak di setiap perahunya. Penyusuran menggunakan sistem down
river, akan dilakukan selama beberapa hari disesuaikan dengan panjang aliran sungai dari titik start sampai finish, yang diestimasikan membutuhkan waktu tempuh sebesar 20 km perhari. Selama penyusuran sungai, hal-hal terkait informasi kemungkinan penyebab banjir akan didata secara kuantitatif dan kualitatif.

Ekspedisi pengarungan batang Batang Maek yang dilakukan oleh MAPALA UNAND ini merupakan ekspedi perdana yang dilakukan menggunakan perahu karet.

Sebelum dihari H ekspedisi yaitu pada tanggal 23-25 Maret 2018, telah dilakukan beberapa kali simulasi pengarungan serta survei lokasi daerah sepanjang aliran sungai Batang Maek, hal ini bertujuan agar pengarungan sungai Batang Maek ini dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. (*)