Mengarungi Sungai Tarusan

Personil MAPALA UNAND melakukan kegiatan divisi olahraga air (arung jeram) pada Minggu, 17 maret 2019. Kegiatan ini dilaksanakan di sungai batang tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Kegiatan dimulai dengan berangkat dari kantor MAPALA UNAND pada jam 09.30 wib dengan mobil personil yang ikut (Yendri Martin). Semua perlegkapan di packing di atas bak mobil dan disusun rapi. Perlengkapan diantaranya perahu, paddle, pelampung, pompa, helm, flipline dan lain lain. Menuju ke batang tarusan membutuhka waktu sekitar dua setengah jam.

Sungai Batang Tarusan, kabupaten pesisir selatan mempunyai sungai yang panjang dimulai dari hulu sampai hilir sungai. Batang Tarusan merupakan salah satu objek wisata arung jeram didaerah ini. Dengan aliran air yang cukup deras dan lebar sungai yang memadai serta bebatuan yang tertanam di dasar sungai yang menjadi tantangan tersendiri dan membentuk jeram yang bagus. Pemandangan di sekitar aliran sungai yang menarik dan asri sangat mendukung objek wisata arung jeram ini untuk dikembangkan.

Setibanya di lokasi, semua perlengkapan di turunkan dan langsung makan siang karena waktu sudah menunjukkan jam 12.00 wib. Setelah makan siang, perlengkapan di siapkan dan perahu di drop ke aliran sungai. Sebelum mulai pengarungan, semuanya pemanasan dan berdoa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan nantinya. Persiapan berakhir dengan teriakan MAPALA UNAND satu kali dengan suara lantang. Pengarungan dimulai jam 13.00 wib. Pengarungan di lakukan dengan dua buah perahu, kemudian dibagi penumpang per perahu agar laju dan berat perahu seimbang.

Selama di atas perahu, adrenalin sangat dipacu dalam menghadapi jeram jeram yang dilalui. Perlengkapan menjadi penentu keselamatan di atas perahu. Namun hal tersebut tidak akan menurunkan semangat untuk tidak berkegiatan. Terkadang harus turun dari perahu di arus deras karena perahu tersangkut di bebatuan penghalang dan terpaksa perahu harus diselamatkan. Semuanya bekerja sama dan berusaha membebaskan perahu dari bebatuan. Satu jam telah berlalu, pengarungan dihentikan sejenak untuk istirahat dan mengisi energi kembali. Sembari istirahat, personil yang lain menikmati aliran air sungai dengan berenang berenang, terjun ke dalam air dan saling bercanda di dalam air. Semuanya terlihat gembira dan menikmati suasana.

Hujan turun mengguyuri daerah tarusan. Pengarungan diselimuti rasa khawatir bercampur semangat adrenalin yang menggebu gebu. Sebagian khawatir akan bertambahnya debit air karena daerah hulu semakin gelap, namun sebagian yang lain menjadi terpacu untuk menunggu debit air bertambah. Karena semakin bertambah debit air, maka pengarungan semakin seru dan menantang. Namun tidak beberapa lama kemudian, hujan berhenti dan cuaca cerah kembali. Dalam perjalanan terdapat spot sungai yang mempunyai jeram yang mantap. Semua awak perahu bersiap dan berhati hati untuk memasuki jeram. Kapten perahu mengatur strategi agar perahu dapat berjalan mulus di jeram dan awak kapal dapat menikmati jeram semaksimal mungkin. Semua awak perahu berteriak kegiarangan dengan semburan air suangai yang mengguyuri wajah dan badan. Selepas jeram semuaya tertawa dan mengambil moment bersama.

Ketika memasuki garis finish atau akhir pengarungan, jeram yang ditemui sedikit dan banyak flat. Semuanya menikmati perahu yang melaju pelan sambil mengistirahatkan badan di atas perahu. Tak lama kemudian sekitar jam 17.00 wib pengarungan selesai dan perahu sampai di garis finish. Kemudian perahu di portaging ke badan jalan dan dibersihkan. Setelah dibersihkan, peralatan di packing kembali dan bersiap kembali pulang ke kantor MAPALA UNAND. Sekitar setengah jam berlalu, semuanya bersiap untuk pulang dan naik ke atas mobil kembali.